Berjuang Demi Lulus Sarjana, Prilly Latuconsina Sering Nangis saat Garap Skripsi : Hampir Mau Nyerah



Bintang film dan sinetron Prilly Latuconsina berbahagia karena sudah meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi.

Kelulusan ujian skripsi Prilly Latuconsina itu diabadikan dan diunggah ke akun instagram pribadinya.

Namun, dibalik kebahagiaan itu, Prilly Latuconsina harus melalui proses panjang dan melelahkan.

Sebab, saat menyelesaikan skripsinya selama enam bulan, Prilly Latuconsina menjalani dengan kesibukan yang padat, menjalani proses syuting setiap hari dan mengurusi bisnisnya.

"Kayaknya engga akan ada yang kuat sih. Misalnya ngeliat aku ya, karena aku lumayan agak gak sehat," kata Prilly Latuconsina dalam wawancara virtual, Selasa malam.



Wanita 24 tahun tersebut menegaskan, selama menyelesaikan skripsinya, ia mengorbankan waktu istirahat karena semua dilalui ditengah kesibukannya menjalani proses syuting dari pagi sampai pagi.

"Aku tuh disela syuting ada break, aku enggak istirahat. Aku kerjain buat skripsi. Terus kadang udah sampai rumah kerjain skripsi lagi," ucapnya.

Bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala tersebut menjelaskan, menjelang ujian skripsi, ia lalui dengan belajar.

Dari perjalanannya menuju tempat kerja, sampai beberapa jam menjelang sidang, Prilly belajar agar meraih hasil yang maksimal.

"Hadi benar benar memanfaatkan waktu yang ada akhirnya mengorbankan waktu istirahat, me time, liburan, dan tidur," ungkapnya.

"Belum lagi mood aku naik turun banget. Boong kalau mood aku on fire kerjain skripsi," tambahnya.

Saat menyelesaikan skripsinya, wanita 24 tahun itu sambil menjalani proses syuting web series dan berada di lokasi dari pagi hingga pagi lagi.

"Ada saat saat dimana aku nangis terus karena capek banget. Syuting cape banget dari pagi ke pagi. Terus tiba-tiba deadline, revisi, harus ini dan itu, atau interview," ucapnya.

Belum lagi diakui bintang film Danur itu, ia harus melakukan wawancara dengan tujuh orang sebagai sampel penelitiannya yang menggunakan metode kualitatif.



"Jadi benar-benar aduh ada aku nangis hampir mau nyerah. Cuman aku melihat perjuangan aku tiga tahun ke belakang, dimana aku pengin banget bisa nerusin kuliah, masa aku kerjain skripsi nyerah," jelasnya.

Prilly Latuconsina menyadari bahwa selama menyelesaikan skripsinya, ia melaluinya dengan proses yang sangat tidak sehat.

"Ya aku terus berjuang walau melewati masa susah. Memang kurang sehat tapi aku mau maksimal skripsinya," tutur Prilly Latuconsina.

Meski begitu, Prilly Latuconsina bersyukur, perjuangan menyelesaikan makalah skripsinya berbuah manis. Ia mendapat nilai A dan dengan hasil kumlaud.

"Alhamdulillah terbayar dengan baik," pungkasnya.


sumber : bogor.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel