Waduh Bikin Heboh! Kerap Tampil Seksi Tania Ayu Diduga Terlibat Kasus Prostitusi dengan Tarif Rp 30 Juta Semalam, Fotonya dengan Arya Saloka Jadi Sorotan



Model sekaligus artis baru Tania Ayu kini menjadi sorotan publik, lantaran namanya terseret dalam dugaan kasus prostitusi online.

Tania Ayu diduga sebagai wanita berinisial TA yang keciduk pihak kepolisian Desember 2020 lalu di Bandung, Jawa Barat.

Ketika kabar ini menyeruak instagram artis Tania Ayu pun langsung disebut netizen.

Gerak-geriknya kini bak tak bisa lepas dari mata para peselancar dunia maya.

Warganet pun ramai-ramai menuliskan ragam komentar setiap unggahan di akun instagram Tania Ayu.

Ada yang menarik perhatian, yakni foto Tania Ayu bersama Arya Saloka pemeran Aldebaran di Sinetron Ikatan Cinta.

Foto tersebut pun langsung bikin warganet heboh.

Warganet pun langsung menyerang Tania Ayu, tidak sedikit yang berfokus pada sosok pemeran Aldebaran lawan main Amanda Manopo.



"Set sama Aldebaran," kata akun Syahbian76.

"Mas Al sukses ya filmnya," papar akun Aira.Qonita.

"Mas Al," ujar akun Aliyah.

Rupanya Tania Ayu pernah menjadi lawan main Aldebaran di salah satu judul serial yang tayang di layanan streaming film berbayar.

"Amelia-Bisma-Sari & Ito. Film “Wedding Proposal” sudah tayang di @disneyplushotstarid lho guys! yuk rame2 streaming filmnya!," tulisnya.

Artis inisial TA mengakui keterlibatannya dalam dunia hitam prostitusi seperti tercantum dalam dokumen resmi yang diakses tribun-timur.com, Kamis (22/7/2021).

Dalam dokumen persidangan yang diunggah website resmi Mahkamah Agung RI, terungkap alasan artis TA terjun ke dunia hitam tersebut.

Artis TA dalam kasus ini adalah saksi.

Awal mula kasus ini terungkap setelah Artis inisial TA ditangkap polisi.

Artis TA ditangkap oleh Polda Jabar di Trans Luxury Hotel kamar 619 lantai 6 pada tanggal 7 Desember 2020 sekira pukul 17.10 WIB

Artis TA dalam persidangan mengaku sudah terlibat prostitusi online sejak 2017 lalu.

Dengan rincian orderan (pesanan) yang saksi terima sejak tahun 2017 hingga kasus bergulir sebagai berikut:

1. Pada tahun 2017 saksi hanya menerima 7 orderan (pesanan)

2. 2018-2019 saksi tidak menerima orderan (pesanan) dikarenakan saksi memiliki pacar.

3. Awal tahun 2020 sekira bulan Februari hingga kasus bergulir, saksi menerima 5 orderan

Bahwa saksi terlibat dalam prostitusi online sebagai wanita yang ditawarkan oleh terdakwa tamu, namun saksi tidak pernah menawarkan diri untuk mendapatkan orderan tersebut.

Di persidangan juga terungkap tarif saksi TA.

Durasi pendek (short time) sebesar Rp. 30.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan apabila durasi panjang (long time) Rp. 70.000.000,- (tujuh puluh juta rupiah)

Tetapi saksi tidak mengetahui tarif yang ditawarkan saksi kepada tamu oleh terdakwa.

Sebelum melakukan hubungan badan saksi menyuruh tamunya untuk bersih-bersih dengan cara mandi.

Bahwa Ketika akan bersetubuh saksi menyuruh memasang alat pengaman kepada tamu atau kadang-kadang saksi yang memasangkan alat pengaman.

Di dokumen juga terungkap motivasi saksi TA melakukan perbuatan tersebut demi uang, karena uang bayaran dari main sinetron diterimnya 2 bulan sekalai sehingga untuk membayar asistennya saksi melakukan perbuatan tersebut.

Atas keterangan saksi TA, para terdakwa membenarkannya.

Kasus ini sudah inkrah dan melibatkan 4 terdakwa.

Sementara TA dalam kasus ini sebagai saksi.

Empat terdakwa ini secara sah dan meyakinkan bersalah.

Kasus ini sudah diputuskan di Pengadilan Negeri Bandung. Hasil putusan diunggah di situs Mahkamah Agung RI.

Diakses tribun-timur.com, Kamis (22/7/2021), empat terdakwa masing-masing sudah vonis sejak April 2021 lalu.

AH alias Nookie dan RJ alias Meauw dipenjara masing-masing selama 6 (enam) bulan

Dua terdakwa lain, MR alias Alona dan VDM alias Jenifer dengan pidana penjara masing-masing selama 10 (sepuluh) bulan dan denda masing-masing sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta) dan apabila denda tersebut tidak dibayar maka masing-masing diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.

Di dokumen yang diunggah Mahkamah Agung RI, keempat terdakwa divonis bersalah sesuai Undang-Undang ITE.

Masing-masing divonis majelis hakim menyebut keempatnya terbukti bersalah sesuai Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1)UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tent ang acara hukum pidana.

"Para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak telah membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan," ujar hakim dalam putusannya.

Putusan itu juga membongkar tarif kencan TA melayani pria hidung belang. Tarifnya belasna juta hingga puluhan juta rupiah.

"Tarif durasi pendek (short time) sebesar Rp 15 juta dan durasi panjang (long time) Rp 30 juta," tulis putusan tersebut diakses tribun-timur.com, Kamis (22/7/2021).

Kasus ini bermula dari iklan oleh AH dan RJ melalui situs 'bintang mawardotnet'.

Keduanya mendapatkan foto-foto atau TA dari MR dan VD.

Selain artis TA, disebutkan bila komplotan ini juga menawarkan perempuan dengan status artis, selebgram, pegawai bank, pramugari dan perempuan profesional lainnya untuk melakukan prostitusi online.

Selain TA, terungkap juga Tarif wanita lainnya seperti perempuan berinisial VA dengan tarif durasi pendek Rp 4 juta-Rp 6 juta.

Kemudian perempuan berinisial AI dengan tarif durasi pendek Rp 10 juta dan durasi panjang Rp 20 juta.

Biodata Tania Ayu

Tania Ayu Siregar lahir di Jakarta, 31 Januari 1994.

Artis cantik dan seksi ini merupakan campuran batak dan cilacap.

Sebelum terjun di layar kaca, ia memulai debutnya sebagai model.

Tania Ayu sukses menjadi model kala itu, wajahnya menghiasi beberapa majalah dan sempat menjadi brand ambassador sebuah produk kecantikan.

Pada awal tahun 2017, Tania akhirnya mulai  belajar mengembangkan bakat sebagai peramu musik EDM.

Dipertengahan tahun, Tania Ayu ikut berkompetisi dalam ajang Miss Populer Batch 4 'Pioner DJ Hunt 2017. dikutip dari Jateng.tribunnews.com.

Kemudian tahun 2018, Tania Ayu merambah menjadi youtuber dan selebgram.

Sukses menjadi youtuber, ia pun berhenti menjadi DJ dan akhirnya terjun ke dunia akting.

Sayangnya, karier Tania Ayu nampaknya tak berjalan dengan mulus.

Belakangan, nama Tania Ayu terseret karena dituding terlibat isu prostitusi.

Belum lama ini sempat heboh beredar sosok artis yang tertangkap polisi karena dugaan prostitusi.

Artis tersebut tarif permalamnya Rp 30 juta dan polisi mengungkap jika inisial artis itu adalah TA.

Sontak banyak orang menduga sosok artis tersebut adalah Tania Ayu.

Dikutip dari Insert Live, terdakwa yang diduga Tania Ayu tersebut telah mendapat keputusan akhirnya.

"Menyatakan (para) terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana dengan sengaja. Tanpa hak telah membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan melanggar asusila," demikian bunyi putusan yang dikutip dari laman Mahkamah Agung, Kamis (22/7/2021).



Ditengah kabar yang menimpanya, siapa sangka jika ibu Tania Ayu adalah seorang guru.

Ia mengatakan meskipun ibunya seorang guru, Tania tetap diberikan kebebasan untuk berkarya.

Meskipun menjadi model majalah dewasa, dj, ibu Tania Ayu tak mempermasalahkan hal itu.

"Itu pertanyaan banyak banget yang nanya, termasuk nyokap gue nanya," jelas Tania Ayu dikutip dari Surya.co.id.

"Padahal dia itu guru gitu, tapi dia nggak pernah ngejudge gue. Gue mau jadi model majalah dewasakah, gue di DJ yang orang berpikirnya negatif," imbuhnya.


sumber : fame.grid 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel