TERNYATA MYD dan Gisel Belum Bisa Bernafas Lega, sang Pengacara: Agar Dia Jadi Laki-laki Bertanggungjawab


Kasus video syur artis Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu de Fretes (MYD) hingga saat ini masih bergulir.

Polisi sudah melakukan pemanggilan pertama pada Gisel dan MYD atau Nobu.

Kendati demikian, Gisel dan Nobu tidak ditahan sesuai dengan keputusan penyidik.


Melalui kanal YouTube Indosiar pada Minggu (10/1/2021), Gisel dan Nobu belum bisa bernafas lega.

Pasalnya, jeratan hukum terkait kasus video syur Gisel dan Nobu masih terus menghantui selama belum ada keputusan pengadilan.

Pengacara Nobu bernama Irwansyah Putra mengakui hal tersebut.

Irwansyah Putra menjelaskan bahwa permintaan maaf dari Nobu diharapkan bisa meringankan hukuman.

Selain itu, Irwansyah Putra juga berharap masalah Nobu dan Gisel segera selesai.

"Kita semuanya terjawab, dan saudara MYD juga sudah meminta maaf, mohon dukungan kepada publik agar permasalahan ini cepat selesai," ujar Irwansyah Putra.

Sebagai pengacara, Irwansyah Putra meminta Nobu untuk menghadapi semuanya.

Tak hanya itu saja, Irwansyah Putra juga ingin Nobu bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya.

"Karena hal ini sudah terjadi, dan harus dihadapi, saya katakan sama klien saya MYD, agar dia menjadi seorang laki-laki yang bertanggungjawab terhadap apa yang sudah terjadi," ujar Irwansyah Putra.

"Sehingga dia harus tetap tegar, dan menghadapi semua ini untuk menyelesaikan masalah," imbuhnya.

Nobu mengaku sempat tak menyangka video syur yang dibuat tiga tahun lalu bisa tersebar luas saat ini.

Apalagi saat nama Nobu disebut oleh pihak kepolisian menjadi lawan main video syur Gisel.

Oleh karena itu, Nobu akan bertanggungjawab atas perbuatannya tersebut.

"Itu sewaktu saya di Medan, saya sih yang pasti jelas kaget ya, karena sangat mendadak untuk sebenarnya saya ketika saya bekerja, saya sedang bersama keluarga," ujar Nobu.

"Tiba-tiba keluarlah inisial saya, dan keluar di situ langsung nama lengkap dan foto ya," imbuhnya.

Lihat videonya dari menit ke 03.30:



Polisi Ungkap 2 Alasan Gisel Tidak Ditahan

Gisel akhirnya memenuhi panggilan polisi setelah dijadikan tersangka.

Gisel yang menjadi pemeran video syur berdurasi 19 detik itu, datang ke Polda Mero Jaya pada Jumat (8/1/2021).

Kendati demikian, Gisel dan pemeran laki-laki bernama Michael Yukinobu de Fretes (MYD) tidak ditahan.

Melalui kanal YouTube beepdo pada Jumat (8/1/2021), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membeberkan alasannya.

Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan alasan Gisel dan MYD tidak ditahan karena dua pertimbangan.

"Yang bersangkutan tadi jam 20.00 sudah kita kembalikan, kita tidak lakukan penahan," ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

"Kenapa? Ini adalah hak dan kewenangan dari penyidik, ada di pasal 21 ayat 1 KUHP, juga ada pasal 21 ayat 4," imbuhnya.

Pertimbangan pertama, Gisel dan MYD dinilai penyidik sangat kooperatif dalam pemeriksaan.

Selain itu, Gisel dan MYD juga tidak menghilangkan barang bukti, atau bahkan melarikan diri.


"Pertimbangannya adalah, pertama memang di situ bisa dilakukan penahan, apabila dia menghilangkan barang bukti, melarikan diri, tidak kooperatif," ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

"Tetapi hasil pertimbangan dari penyidik saudari GA dan MYD, kooperatif, selama dipanggil juga hadir, ditanya juga menjawab semuanya apa yang ditanyakan penyidik," imbuhnya.

"Sehingga diambil satu kesimpulan bahwa tidak perlu dilakukan penahan," tandasnya.

Sedangkan untuk alasan yang kedua berdasarkan sisi kemanusiaan.

Mengingat, Gisel menyandang status ibu satu anak yang masih berusia balita.

"Kedua untuk saudari GA, berdasarkan kemanusiaan, anaknya ini masih 4 tahun lebih, perlu bimbingan daripada orang tua, khususnya ibunya sendiri," ujar Kombes Pol Yusri Yunus.

"Sehingga tidak dilakukan penahanan," imbuhnya.

Gisel dan MYD harus menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis.

Kasus Gisel dan MYD pun tetap berlanjut hingga selesai.

Bahkan nantinya, kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara di Medan.

"Tetapi baik saudari GA dan saudara MYD tetap melakukan wajib lapor setiap Senin dan Kamis ke sini, juga kasusnya tetap berlanjut, tetap berporses," kata Kombes Pol Yusri Yunus.

"Kita akan lengkapi semua berkas perkara yang ada, bahkan rencana ke depan kita akan melakukan olah TKP di Medan, dan juga alat bukti yang harus kita lengkapi semuanya," imbuhnya.

"Nanti kalau sudah lengkap semuanya kita akan kirim tahap 1 ke jaksa penuntut umum, mudah-mudahan tidak ada halangan," tandasnya. 


(TribunWow.com) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel