TERKUAK Berita Simpang Siur Sebab Chacha Sherly Meninggal, Hasil Olah TKP Tak Bisa Menipu, Cita Citata: Stop Hoax


Ternyaya penyebab Chacha Sherly meninggal masih simpang siur hingga saat ini.

Simpang siur sebab Chacha Sherly meninggal dikarenakan terlalu banyak kabar berseliweran .

Sebagai sahabat sekaligus rekan kerja di label yang sama, Cita Citata buka suara soal meninggalnya Chacha Sherly, pedangdut asal Sidoarjo eks Trio Macan.

Tak hanya itu, olah TKP dari kepolisian juga tentu saja menguatkan fakta kronologi kecelakaan yang dialami oleh Yuselly Agus Stvey, nama asli dari Chacha Sherly .


Berbagai kabar yang tersebar di media sosial memang menyebutkan banyak kabar yang simpang siur.

Termasuk sehari pasca eks personel Trio Macan Chacha Sherly telah berpulang.

Penyebab Chacha Sherly meninggal dunia bukan karena penanganan pihak rumah sakit.

Isu lainnya yang berkembang, menyebut bahwa Chacha Sherly sempat tidak langsung ditangani oleh pihak rumah sakit.

Cita Citata, sahabat sekaligus rekan satu label pun mengutarakan pendapat.

Pedangdut asal Jawa Barat itu mengaku tahu yang sebenar-benarnya terjadi dengan sang sahabat.

"Banyak yang bikin statment aneh-anek dan sotoy tentang Almarhumah.

Tolonglah hargain dikit orang yang sudah meninggal.

Saya tau jelas bagaimana kejadiannya dan bagaimana dia.

Karena dia partner kerja saya di label saya," tulis Cita Citata di akun Instagramnya, dikutip TribunJatim.com.



Bantah Soal Penanganan Buruk Rumah Sakit

Cita Citata saat diundang di sebuah acara televisi yakni Kopi Viral pun mengungkap yang sebenarnya terjadi.

Cita Citata mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan upaya penanganan meski dengan keterbatasan fasilitas yang ada.

"Pada saat kejadian manajemen semua rembuk terus pergi ke semarang, jadi pas saat di Semarang kebetulan rumah sakitnya itu rumah sakit kecil," kata Cita Citata saat menjadi bintang tamu di acara Kopi Viral Trans TV, Kamis (7/1/2021).

"Rumah sakit umum daerah begitu, jadi seperti ventilatornya itu masih manual, jadi bukan tidak ditangani tapi ditangani dengan segala keterbatasan yang ada," sambungnya.

Sementara itu, Ririe yang merupakan manajer dari Chacha, mengatakan bahwa dalam perjalanan dari Jakarta ke RSUD Ungaran pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga serta rumah sakit.

Ia menyebut, pasca kecelakaan itu Chacha Sherly memang mengalami luka yang cukup parah, bahkan ada beberapa tulang rusuk yang mengalami patah.

"Sebenarnya bukan tidak ada penanganan, di jalan pun pihak keluarga dan rumah sakit sudah bilang, 'kita saling bantu mencari rujukan rumah sakit', karena sebenarnya mereka sudah mencari semaksimal mungkin tapi memang fasilitasnya terbatas," terang Ririe.

Pihaknya bahkan sampai ditunjukkan daftar rumah sakit yang telah dikontak untuk dirujuk.

"Saya sampai dikasih daftar oleh pihak rumah sakit 'ini loh rumah sakit yang sudah kita rujuk', karena SOP dari rujukan itu memang harus online jadi kita tidak bisa langsung telefon," kata dia.

Banyak rumah sakit yang saat itu tak mampu menerima Chacha karena kondisinya memang sudah full karena pandemi.

"Yang mereka sudah coba itu rumah sakit terdekat sampai yang ada di Solo, cuma rumah sakit itu full karena pandemi," terangnya lagi.


Cita Citata yang menjadi partner kerja dan satu label dengan Chacha mengatakan bahwa sosok almarhum adalah orang yang baik dan ceria.

Hasil Olah TKP Tak Menipu

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jateng dan Satlantas Polres Semarang menemukan sejumlah fakta saat olah TKP kecelakaan Chacha Sherly.

TribunnewsBogor.com melansir Kompas.com, Kasat Lantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo mengatakan, saat kejadian, Senin (4/1/2021) pukul 14.30 WIB, mobil HRV S 1180 HW yang dikemudikan KU alias HK melaju sekitar 80-100 kilometer per jam.

"Padahal, maksimal kecepatan adalah 80 kilometer per jam. Apalagi saat itu dalam keadaan hujan deras sehingga pandangan terbatas," ungkapnya, Rabu (6/1/2021).

Sehingga, saat kendaraan di depannya melakukan pengereman, KU kaget.

Dalam kondisi tersebut, rem tidak berfungsi maksimal karena jalan yang licin sehingga membuang ke kanan menabrak pembatas jalan dari beton.


"Usai menabrak pembatas jalan kendaraan tetap melaju kemudian masuk ke U-turn yang ada water barier. Kendaraan tersebut dari jalur B atau dari Solo-Semarang pindah atau loncat ke jalur A," kata Aristo.

Saat di jalur A, kendaraan berbalik arah dengan kap mengarah ke Solo.

Dari jalur A melaju bus Murni Jaya B 7378 TGD yang langsung menabrak HRV S 1180 HW.

"Di mobil hanya ada dua orang tersebut," jelas Aristo.

Aristo mengatakan, ada dugaan faktor kelalaian dalam kecelakaan tersebut.

"Sopir HRV S 1180 HW yakni KU alias HK juga dihadirkan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Karena kelalaian tersebut menyebabkan orang meninggal dunia sehingga mengarah ke tersangka," jelasnya

Menyinggung tabrakan karambol, Aristo mengungkapkan, hal itu terjadi setelah ada kecelakaan tersebut.

"Jadi karena ada tabrakan, matanya kan melihat ke kanan sehingga ada tabrakan beruntun. Tidak ada korban dalam kecelakaan karambol tersebut sehingga kami fokus ke kecelakaan yang ada korban jiwa," kata Aristo.



sumber : jatim.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel