TANGIS Aa Gym Pecah Usai Saksikan Jenazah Syekh Ali Jaber: 'Semoga Ini Ciri-ciri Seorang Syuhada'


Tangis pilu Aa Gym pecah usai menyaksikan wajah jenazah Syekh Ali Jaber, 'semoga ini ciri-ciri seorang syuhada'.

Aa Gym dan Ustaz Yusuf Mansur mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung jenazah Syekh Ali Jaber.

Hari ini, Kamis 14/1/2021, Tanah Air kembali berduka dengan meninggalnya ulama besar Syekh Ali Jaber.

Pendakwah asal Madinah ini meninggal dunia di RS Yarsi, Jakarta pukul 09.00 WIB di usia 44 tahun.

Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman, yang dikonfirmasi media membenarkan hal tersebut.

Syekh Ali Jaber sebelumnya diketahui sempat menjalani perawatan intensif setelah dinyatakan positif Covid-19.

Kondisi Syekh Ali Jaber kemudian membaik dan telah dinyatakan negatif corona sebelum meninggal.

Sebelum dimakamkan, Aa Gym bersama ustaz Yusuf Mansur mendapat undangan dari pihak keluarga untuk bertakziah dan menyaksikan langsung wajah jenazah Syekh Ali Jaber.



Air mata Aa Gym tumpah saat menceritakan momen pertemuan terkahirnya dengan ulama muda 44 tahun tersebut.

"Alhamdulillah beberapa saat yang lalu saya sudah berjumpa dengan almarhum.

Alhamdulillah Aa jadi saksi, beliau wajahnya bersih dan tersenyum." jelas pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhiid tersebut.

"Sungguh hanya beda satu hari dengan Aa, beliau hari Minggu kenanya, Aa hari Senin, tapi beliau lebih dirindukan Allah." lanjut Aa Gym dengan suara parau.

"Demi Allah, wajahnya bersih dan tersenyum, senyum banget senyum banget.

Semoga ini ciri-ciri seorang syuhada. Dan semoga wafatnya beliau betul-betul wafat yang dimuliakan Allah." pinta Aa Gym yang diamini ustaz Yusuf Manstur.

Dalam video tersebut, Aa Gym juga mengingatkan pada masyarakat untuk tidak takziah langsung ke rumah sakit, ke kediaman, atau ke pemakaman ustaz Syekh Ali Jaber.

Pria 58 tahun tersebut menyarankan untuk memanjatkan doa dan melakukan sholat goib di rumah dan masjid masing-masing sehubungan masih adanya wabah covid-19.


"Aa sudah melayat jenazah almarhum Syaikh Ali Jaber

MasyaAlloh wajah yang bersiiih tersenyum...
masyaaAlloh ...
masyaaAlloh
Innaalillahi wainnaa ilaihi roji’uun" tulis Aa Gym dalam unggahan Instagramnya.

Profil Syekh Ali Jaber, Perjalanan Pendakwah Kondang dari Madinah hingga Dikenal di Indonesia

Syekh Ali Jaber memiliki nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber.

Ia diketahui lahir di Madinah pada 3 Shafar 1396 hijriah, bertepatan dengan 3 Februari 1976 masehi.

Syekh Ali Jaber menamatkan studi ibtidaiyah (sekolah dasar) pada 1989 kemudian melanjutkan studi Tsanawiyah (tamat 1992) dan Aliyah (1995).

Semuanya ditamatkan di Madinah.

Dilansir dari artikel “Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat” sebagaimana diunggah syekhalijaber.com, sejak usia 13 tahun dia sudah menjadi imam di sejumlah masjid Madinah.



Anak pertama dari 12 bersaudara itu telah menjadi penghafal Alquran sejak muda.

Ayahnya dikenal sangat keras dalam mendidik agama anak-anaknya.

Ayahnya ingin agar perjuangannya menyiarkan Islam diteruskan oleh Syekh Ali Jaber sebagai anak pertama.

Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri.

Pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran.

Di antara guru-guru agamanya adalah Ketua Majelis Tahfidz Masjid Nabawi Syekh Muhammad Ramadhan, Ketua Pengurus Makam Rasulullah Syekh Said Adam, dan Ulama Pakar Alquran di Madinah, Syekh Abdurrahman Kholil.


Sejak pertama kedatangannya di Indonesia pada 2008, dakwahnya mendapat respons yang baik dari masyarakat.

Saking giatnya berdakwah dari kota hingga desa, pada 2011 dia akhirnya mendapat penghargaan kehormatan dengan menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Ia juga menikah dengan Umi Nadia, perempuan asli Lombok yang lama tinggal di Madinah. 

Selanjutnya, Syekh Ali Jaber menjabat sebagai imam salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.

Nama Syekh Ali Jaber naik daun setelah menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI dan rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne.

Selain Damai Indonesiaku dan Hafizh Indonesia, ia juga mengisi berbagai program dakwah seperti Nikmatnya Sedekah Cahaya dari Madinah, Kurma (kuliah ramadhan), dan Kultum Bersama Syekh Ali Jaber.

Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits membuat kehadiran Syekh Ali Jaber dapat diterima masyarakat.

Puncaknya, ia dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012 karena ketulusannya dalam berdakwah.


Pada Minggu (13/9/2020), Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Masjid Falahudin, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Saat penusukan terjadi, Syekh Ali Jaber sedang mengisi sebuah pengajian.

Pelaku yang diketahui bernama Alpin Andrian (AA) mengarahkan pisau ke bagian leher dan dada Syekh Ali Jaber.

Tusukan itu berhasil dihindari, tapi Syekh Ali Jaber mengalami luka di bahu kanan.

Setelah penusukan terjadi, Syekh Ali Jaber sempat meminta jemaah untuk tidak memukuli pelaku.

Ia mengaku kasian melihat pelaku dan meminta jemaah segera menyerahkan pelaku ke polisi.

Saat meminta hal tersebut, Ali terlihat sedang dipapah oleh sejumlah jemaah dari atas panggung.

"Saya kasihan (pelaku dipukuli). Saya katakan, 'sudah cukup, sudah, serahkan ke polisi'," kata Syekh Ali Jaber mengulangi perkataannya, saat ditemui usai pengajian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu malam.

Dalam persidangan, pelaku penusukan, AA meminta maaf secara langsung kepada Syekh Ali Jaber saat bertemu secara daring.

Syekh Ali Jaber menanggapi permintaan maaf itu dengan mengatakan sudah memaafkan AA sejak hari pertama kejadian.

"Dari hari pertama sejak kejadian, kamu (terdakwa AA) sudah saya maafkan," kata Syekh Ali Jaber.

Ali Jaber pun menyempatkan bertanya mengenai keadaan dan kondisi kesehatan AA.

"Kamu baik-baik saja di sana? Tetap jaga kondisi ya," kata Syekh Ali Jaber.


(TribunStyle.com / Triroessita / Amir) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel