Paska Kecelakaan Pesawat, Pembatalan Tiket Sriwijaya Air di Solo Didominasi Masalah Test Covid-19



Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 belum memberikan dampak siginifikan bagi penerbangan Sriwijaya Air di Solo.

Perwakilan kantor Sriwijaya Air Solo, Agus Purwanto menyebut, pernerbangan Sriwijaya Air di Solo masih normal.

Bahkan, penumpangnya belum ada yang mengajukan pembatalan tiket pesawat karena insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Agus menambahkan jika pembatalan tiket penumpang lantaran masalah teknis kesehatan.

Yakni urusan swab yang menjadi syarat wajib di Provinsi Kalimantan Barat.

"Kecuali diminta mundur karena persyaran, di Kalimantan Barat harus PCR," ujarnya.

"Beberapa penumpang belum mendapat karena kuota terbatas dan menunggu hasil," aku dia.

Selain itu, rute penerbangan Solo-Pontianak, juga masih masih normal.

Atas insiden kecelakaan Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu, Agus berharap para penumpang lekas ditemukan.

Ia pun mengungkapkan terimakasihnya pada warga Solo yang menyempatkan diri menggelar aksi solidaritas di Kantor Sriwijaya Air Solo yang bertempat di Jalan lamet Riyadi Blok A-10 Nomor 373, Purwosari, Laweyan Solo.

"Kami mengucapkan terimakasih yang luar biasa pada warga Solo atas simpatiknya ini. Solo adalah kota yang bersahatan, Solo adalah kota yang rukun," paparnya.

"Terimakasih banyak, sungguh sangat berarti bagi kami dan keluarga korban maupun kru kami yang ikut penerbangan tersebut," tambahnya.



Dua Warga Sragen Jadi Penumpang

Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 mengakibatkan dua warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen menjadi korban.

Mereka yakni Suyanto dan Riyanto. Masing-masing tinggal di Girimulyo RT 18 dan Grasak RT 16, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kabar miris tersebut membuat keluarga korban syok dan sedih. Sri Wisnuwati, istri Suyanto, menjadi satu diantaranya.

Sri tidak bisa membendung kesedihannya atas kabar tersebut.

Matanya berkaca-kaca ketika bercerita momen terakhir bersama Suyanto sebelum insiden itu terjadi.



Terlebih, Suyanto dan Sri masih sempat bertukar pesan Whatsapp sebelum Sriwijaya Air yang membawa Suyanto ke Pontianak terbang dari Bandara Soekarno - Hatta.

Sri terakhir memberi kabar bahwa dirinya tengah memperbaiki sepeda motornya di sebuah bengkel.

Adapun, akun WA Suyanto terkahir kali aktif sekira pukul 14.15 WIB.

Sri kemudian dibikin tak percaya seusai istri adik iparnya, Ernawati mengirim tangkapan layar kabar insiden Sriwijaya Air kepadanya.

Ketidakpercayaan itu memudar pasca dirinya mengecek status WA suami Ernawati, Riyanto.

Dalam status tersebut, Riyanto mengunggah foto tiket pesawat yang sama ditumpangi Suyanto.

Kebenaran kabar Suyanto menjadi korban dalam insiden Sriwijaya Air semakin pasti.

Seusai manifes penumpang dikeluarkan dan nama Suyanto nongol di nomor dua.

Sri kemudian mencoba menghubungi nomor Suyanto namun tidak ada respon.

"Saya hubungi tidak nyambung. Saya chat cuma sentang satu," ucapnya. 


sumber : solo.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel