Isi Chat WA Teddy Paksa Minta Kunci Brankas ke Putri Delina 'Penting!', Sule Langsung Cegah


Di tengah kisruh harta warisan Lina, Rizky Febian dan Putri Delina membuka tabiat Teddy.

Teddy pun kini malah menghilang setelah koar-koar bahwa ia berhak atas harta warisan Lina.

Bahkan, Teddy sempat chat dengan Putri Delina minta kunci brankas Lina.

Namun, suami Lina menyebut, Sule larang Putri Delina bertemu Teddy.


Ya, masih ingat saat Sule dan Nathalie Holscher sedang mempersiapkan pernikahannya awal bulan November 2020 lalu? 

Saat itu, tiba-tiba Teddy Pardiyana muncul dan menyebut Rizky Febian, Putri Delina, dan adik-adiknya kurang perhatian ke Bintang anak Lina.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya di bulan Juli 2020, Teddy lantang menyebut Putri Delina telah mengambil isi brankas milik Lina tanpa sepengetahuannya.

Teddy pun membeberkan tangkapan isi chat dirinya bersama Putri Delina yang membicarakan perihal harta gono-gini milik Lina Jubaedah.

Pada tangkapan layar yang ditayangkan di YouTube Surya Citra Televisi (SCTV), tampak Putri Delina mengirimkan pesan pada 27 Juli 2020 ke Teddy untuk memberi tahu bahwa dirinya sudah mengambil semua berkasnya.

"Assalamu'alaikum om, berkas2 semua di safety box udah putri ambil semua, jadi om tinggal tutup safety boxnya," tulis Putri Delina pada tangkapan layar tersebut.

3 bulan setelahnya, tepatnya 1 hari sebelum Lina Jubaedah berulang tahun, Teddy baru membalas pesan tersebut.

"Wa alaikum salam iya om kaget sekaligus bingung.

Teteh ambil putusan tanpa musyawarah dulu, Om mau ketemu sama teh putry ada yg mau dibicarakan juga penting!!!!

Sekalian mau ambil kunci brankas bank mega kapan bisa nya?," jawab teddy pada 11 Oktober 2020.

Rupanya keinginan Teddy bertemu tidak bisa segera terwujud karena Putri Delina tidak mendapatkan izin dari Sule.

"Nanti aja ketemunya ga boleh sama ayah kalo hari ini," jawab Putri Delina di hari yang sama.


Pada tayangan yang sama, Teddy pun menceritakan bagaimana harta gono-gini bisa diambil Putri Delina secara diam-diam.

"Kalau omongan sih enggak. Ada, tapi pas udah diambil baru Teh Putri text."

"Bahwa semua deposit yang ada, sama file semua, sama harta gono-gini, datanya itu udah diambil semua," ujar Teddy.

Teddy pun menegaskan bahwa pengambilan berkas tersebut tanpa sepengetahuannya.

"Jadi enggak ada omongan sama sekali," ujar Teddy.

Teddy juga menjelaskan bahwa ia sudah menyerahkan urusan tersebut ke pihak pengacaranya karena ia ingin fokus mengurus anaknya bersana Lina.

"Kalau dibawa semua saya juga udah serahin ke lawyer."

"Mungkin nanti biar lawyer-lah yang urus karena saya udah dibilangnya emang mau fokus ngurusin si dedek aja," ujar Teddy.

Alhasil Teddy pun menegaskan kalau ada masalah ke depannya terkait harta Lina, ia pun angkat tangan.

"Jadi emang kalau nantinya takut ramai lagi masalah harta gono-gini, yang jelas sekarang harta gono-gini udah di Teh Putri semuanya," ujarnya.

Ia pun meminta kalau pun ada utang bisa ditagih langsung ke anak sambungnya.

"Jadi kalau emang ada utang piutang atau masalah berhubungan dengan istri saya, bisa menanyakan langsung ke Teh Putri," jelasnya.

Sebelumnya, salah satu harta yang diwariskan adalah sebuah rumah di kawasan Cileunyi.

Rumah tersebut diberikan Sule untuk Lina ketika mereka bercerai.

Kondisi rumah tersebut kini memprihatinkan.

Berdasarkan video Status Selebriti yang diunggah pada 19 Januari 2020, rumah tersebut terlihat seperti tak terawat.

Debu yang tebal tampak di lantai teras.

Selain tak terurus, rumah tersebut juga seperti sudah lama tidak ditinggali.

Bagian dalam rumah terlihat gelap dan sampah seperti kardus bekas berserakan di teras.

Suami Lina, Teddy, sempat menuturkan bahwa rumah itu disiapkan almarhumah untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

"Rumah di Panyawangan itu mut'ah, sudah dikasih ke bunda Lina."

"Itu amanatnya, ini harus dikasih ke Aa Iky (Rizky Febian), Teh Putri (Putri Delina), sama adik-adik," kata Teddy.

Selain rumah, ruko yang digunakan sebagai salon juga diserahkan untuk anak-anak Lina.

"Yang atas nama Bunda Lina sendiri itu salon yang di Panyawangan," ucapnya.

Ruko tersebut kini sudah tidak digunakan sebagai salon.

Pengacara Lina, Abdurrahman, mengonfirmasi ucapan Teddy.

Aset-aset Lina sudah diberikan kepada Putri Delina.

"Aset-aset itu akan diberikan kepada anak tertuanya yaitu Rizky."

"Untuk rumah di Panywangan dan ruko yang berupa salon itu diberikan kepada Putri Delina," ucapnya.

Selain itu, pengacara mengatakan, Lina pun meninggalkan piutang.

"Ada piutang almarhumah di luar kurang lebih sekitar Rp2 miliar setelah masuk putusan cerai, piutang ini ada penagihan sekitar Rp300 juta, jadi sekitar Rp1,7 miliar," ujarnya.

Pengacara juga menjelaskan bahwa ruko tersebut sudah beralih fungsi dan disewakan menjadi tempat jasa pengiriman.

Kendati demikian, ruko itu masih milik Lina.

"Setelah waktu itu dipakai salon kemudian kosong lalu disewakan sebagai jasa penitipan barang mungkin sekarang kosong lagi," ucapnya.


sumber : jatim.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel