Anak Sule Ungkap Ulah Teddy di Bank, Harta Lina Selain Batu Giok Diucap Rizky Febian : Emas Hilang


Kelakukan Teddy di Bank swasta Bandung terungkap, safe deposit box dibuka. Anak Sule, Rizky Febian dan Putri Delina juga ungkap harta Lina Jubaedah lainnya yang diduga telah hilang, berupa emas di gentong.

Suami Nathalie Holscher wajar saja tak habis pikir dengan situasi ini. Kisruh harta warisan Lina Jubaedah antara anak Sule dan Teddy Pardiana memanas.

Kini pihak anak Sule menjawab sejumlah tudingan yang pernah dilayangkan Teddy.

Satu diantara tudingan tersebut yakni Putri Delina disebut mengosongkan safe deposit box tanpa persetujuan dan izin.

Kuasa hukum Putri Delina dan Rizky Febian, Bahyuni Zaili pun membantah tegas adanya pernyataan tersebut.

Bahyuni menjelaskan, Putri Delina telah mendapatkan surat kuasa atas isi deposit box tersebut yang berisi dokumen dan perhiasan atas nama Sule, Rizky Febian dan Putri Delina.

"Jadi perlu kita sampaikan bahwa pada saat 40 hari setelah almarhum meninggal itu Pak Teddy, "

"Datang ke pengacaranya almarhum Lina (Pak Abdurrahman) di kediamannya, "

"kemudian Pak Teddy menyerahkan seluruh dokumen-dokumen mengenai aset-aset almarhum termasuk perhiasan," ucap Bahyuni dilansir dari kanal YouTube KH Infotainment pada Minggu (20/12).

Bahyuni menjelaskan, ketika itu Teddy mengaku dihadapan Putri bahwa ia tidak memiliki hak atas harta tersebut.


"Dokumen itu diserahkan kepada Putri yang menurut beliau itu katanya silahkan mau simpan di mana, apakah mau di Tambun atau dimana. Kemudian ternyata disiapkan Deposit Box yang ada di Bank swasta Bandung," beber Bahyuni.

Tak cuma menandatangani surat kuasa, kuasa hukum Putri Delina menyatakan, dokumen-dokumen dan aset tersebut sudah sangat jelas milik Lina yang diperuntukkan untuk anak-anaknya.

Sebelum Putri Delina mengosongkan deposit box, pihak anak Sule menemukan jika Teddy sempat datang ke bank dan membuka deposit box tersebut sebanyak dua kali.

"Teddy kesana lebih dulu untuk mengambil barang tertentu yang tidak jelas, yang jelas Pak Teddy sudah lebih dulu datang kesana untuk melihat dan membuka deposit box. Itu informasi yang kami terima dari Putri," ujar Bahyuni.

Dengan demikian, pihak anak Sule menegaskan, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Putri dan harta tersebut merupakan harta yang dibeli Sule semasa pernikahannya dengan Lina, bukan saat Teddy bersama Lina.

Penyanyi Rizky Febian mempertanyakan balik aset kekayaannya Rp5 miliar yang dia titipkan pada Lina Jubaedah semasa hidup.


Putra sulung Sule ini menyatakan, ia kerap menitipkan uang dari hasil kerjanya hampir Rp5 miliar.

Uang ini disimpan karena Rizki Febian ingin fokus berkarya dan enggan memikirkan uang hasil jerih payahnya itu.

"Jadi semua taruh di mamah dan enggak ada masalah apapun. Yang mau saya tanyakan ini uang yang disimpan di mamah sekarang sudah jadi aset ada kos-kosan, ada vila, toko material, mobil. Ini adalah hak saya," tegas Rizky Febian.

Lebih lanjut, Rizky Febian menyatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun kuasa hukum sejumlah aset yang dibeli dengan jerih payahnya justru telah dijual oleh Teddy.

Satu diantara aset yang telah hilang adalah sebuah vila, mobil Kijang Innova, dan baru-baru ini kos-kosan 32 pintu dan batu giok.

"Itu kan melanggar hak saya," papar Rizky Febian.

Kakak Putri Delina ini menyatakan, kos-kosan yang sempat diurus Putri Delina terpampang akan dijual di media sosial.

Padahal hal tersebut melanggar hukum karena memperjualbelikan barang milik orang lain.

Tak hanya itu, Rizky Febian juga mempertanyakan emas milik ibu dan neneknya yang hilang ketika ritual penyimpanan perhiasan dalam sebuah gentong di awal Teddy menikahi Lina Jubaedah.

"Dulu katanya harus dibersihkan karena barang dari Sule. Ini ditaruh di dalam gentong. Karena penasaran sama nenek dibuka ternyata sudah 'bersih' tidak ada sama sekali emas di gentong," beber Rizky Febian.

Putra sambung Nathalie Holscher ini menyatakan, emas yang ada di dalam gentong itu juga menjadi haknya karena berupa warisan dari almarhum Lina.

Atas permasalahan ini, Kuasa hukum Rizky Febian, Ferdi Ferdian beritikad untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Tetapi jika memang Teddy enggan membicarakan pesoalan harta dan aset ini secara damai, bukan tidak mungkin Rizki menempuh jalur hukum.

"Untuk sementara kita masih upayakan semaksimal mungkin dengan kekeluargaan," ujar Ferdi.



Soal Kos-kosan

Polemik harta warisan Lina Jubaedah antara anak-anak Sule dan Teddy Pardiyana kian panjang.

Rizky Febian kini meragukan adanya harta Teddy di kosan peninggalan sang ibu.

Kosan Lina Jubaedah itu diberikan kepada Rizky Febian di awal meninggalnya mantan istri Sule.

Meski demikian, Teddy justru mengklaim ada uangnya dalam kosan itu.

Kuasa Hukum Rizky Febian dan Putri Delina, Zalidi dan Fery Ferdian menyatakan, jika pernyataan Teddy Pardiyana benar adanya maka harus disertakan bukti.

"Silahkan buktikan saja, itu ada informasi dari kuasa hukumnya Teddy juga," ucap Ferry Ferdian dalam konferensi pers dilansir dari kanal YouTube KH Infotainment pada Minggu (20/12).

Bahyuni menerangkan, pihaknya menerima informasi dari Pak Ecet selaku orang kepercayaannya yang selama ini tinggal dengan Lina.

Ia menuturkan, awalnya Teddy memang pernah menceritakan memiliki harta sebesar Rp 650 juta.

Kendati demikian, harta tersebut sudah habis untuk membuka restoran.

"Biayanya Rp 500 juta. Sewanya Rp 300 juta untuk dua tahun, alat-alatnya 200 juta. Jadi uang Pak Teddy itu sudah habis di sana."

"Jadi umpamanya uang kos-kosan itu ada uangnya Pak Teddy ya silahkan menilai lah. Kalau mau melihat benar tidaknya itu urusan lain. Biarlah hati nurani kita yang berbicara dan nanti saksi-saksinya juga masih ada (Pak Ecet dan Ibu Kosan)," beber Bahyuni didampingi Pak Ecet.

Rizky menjelaskan, terdapat perintah dari Teddy Pardiyana untuk mentransfer uang kos-kosan langsung kepadanya padahal ia belum berdiskusi dengan Putri Delina.

"Jadi pada saat itu uang bulanan masuknya ke Putri semua dan Pak Teddy bilang ke ibu yang jaga kos-kosan bahwa pengen uang bulanannya itu transfer ke saya aja langsung katanya. Untungnya ibu itu langsung ngabarin ke Putri karena tidak ada kabar, tidak ada informasi, tidak ada obrolan langsung ke Putri secara baik-baik kalau penghasilnya ke Pak Teddy. Karena nanti jadi permasalahan," jelas Rizky Febian.

Bahkan, Rizky Febian menemukan ada dua orang yang memasang iklan bahwa kosan tersebut dijual.

Hingga hari ini, dokumen kos-kosan 32 pintu tersebut belum ia pegang.

"Dokumen kos-kosan sampai sekarang belum kita terima katanya masih dititipkan notaris. Yang waktu itu katanya belum dibalik nama yang harusnya ke nama Iky. Tapi nggak tahu kenapa nggak jadi. Nah itu secara fisik ada, tapi dokumennya sampai sekarang pun Iky belum tahu," aku Rizky Febian.


sumber : banjarmasin.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel