Soal Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Hotman Paris Heran, Sebut Dana Mengalir ke Anggota Keluarga


Hotman Paris kembali angkat bicara terkait kasus raibnya uang milik Winda Earl di Maybank.

Hotman Paris kali ini mengaku tak habis pikir dengan klaim Winda Earl yang meminta kliennya untuk mengembalikan semua uang simpanan yang raib.

Seperti yang sedang ramai diberitakan, uang tabungan milik Winda Lunardi yang disimpan di Maybank tiba-tiba raib.

Tak tanggung-tanggung, jumlah uang yang hilang pun cukup fantastis.

Uang milik Winda Earl yang hilang di Maybank jumlahnya mencapai lebih dari Rp 20 miliar.

Terkait kasus hilangnya uang Winda Earl, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.



Mereka bahkan sudah mengamankan dan menahan tersangka.

Tersangka yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian yakni Kepala Cabang Maybank Cipulir yang berinisial A.


Kasus raibnya uang Winda Earl itu telah masuk ranah penyidikan karena yang bersangkutan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Laporan Winda Earl terdaftar dengan nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim tanggal 8 Mei 2020.

Terkait kasus raibnya uang Winda Earl, pihak Maybank menggandeng pengacara kondang Hotman Paris.

Hotman Paris menjadi kuasa hukum yang menangani kasus ini di meja hijau.

Menurut Hotman, setelah dilakukan penyelidikan, rupanya ada aliran dana dari rekening korban justru mengalir ke salah satu anggota keluarga.

Anggota keluarga yang disebut Hotman tak lain adalah Herman Lunardi yang merupakan ayah dari Winda Earl.

"Kalau Anda sebagai pemilik bank atau koperasi (simpan pinjam), coba bayangkan kalau Anda punya nasabah yang mengaku rekeningnya dibobol. Tapi kemudian terdapat bukti-bukti bahwa dalam jumlah besar uangnya mengalir ke anggota keluarganya," tegas Hotman dilihat dari laman akun Instagramnya, Sabtu (14/11/2020).

Keanehan lainnya, lanjut Hotman, ada aliran dana yang disebut-sebut sebagai bunga yang juga ditransfer pelaku ke rekening anggota keluarga Winda.

Diungkapkan Hotman, sebagaimana produk dana pihak ketiga perbankan pada umumnya, seharusnya bunga simpanan dibayarkan langsung oleh bank yang kemudian dikredit langsung ke rekening pemilik.

Bukan malah ditransfer ke pihak lain.

Anehnya lagi, kata Hotman, transfer bunga pun dilakukan dari rekening pribadi pelaku.

Selain itu, ada pula aliran dana untuk pembelian polis asuransi di PT Prudential Life Assurance.

"Bahkan bunga juga mengalir ke anggota keluarga beserta keganjilan lainnya," ucap Hotman Paris.

Hotman menegaskan, pihak Maybank Indonesia bersedia membayar penuh kerugian nasabahnya.

Asalkan klaim Winda bisa dibuktikan kebenarannya.

Itu sebabnya kenapa kliennya memutuskan menunggu selesainya penyelidikan dari kepolisian.

Ajak Winda bertemu


Agar masalah bisa cepat terselesaikan, Hotman mengajak Winda datang menemuinya di Kedai Kopi Jhoni.

Kopi Jhoni selama ini dikenal sebagai kedai yang sering digunakan Hotman dan firma hukumnya untuk menerima jasa bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada masyarakat luas.

"Terkait kasus PT Maybank, saya sarankam agar dicari win-win solution. Silakan pihak Winda pemilik rekening datang ke Kopi Jhoni untuk ketemu saya," ucap Hotamn.

Menurut dia, untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi Winda, dirinya perlu bertemu secara langsung dengan Winda maupun pihak kuasa hukumnya.

Ia menilai banyak kejanggalan dalam kasus rekening Winda Earl.

Kata dia, Maybank menyatakan bersedia mengganti seluruh kerugian asalkan masalah hukumnya bisa diselesaikan.

"Walaupun saya pengacara dari Maybank, karena saya tahu Maybank sangat kuat. Asetnya saja di Indonesia Rp 175 triliun, kalau hanya Rp 20 miliar saja, itu tidak masalah Maybank asalkan hukumnya jelas," kata Hotman Paris.

Lanjut Hotman, Maybank dan pihaknya sebagai kuasa hukum sangat terbuka untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pihak Winda Earl juga harus bisa membuktikan fakta-fakta yang diajukan bisa diterima secara hukum.

"Jadi silakan datang pihak Winda ke Kopi Jhoni dengan itikad yang baik," ujar Hotman. 


(TribunNewsmaker.com/*)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel